02 January 2014

Pekik aku tiada siapa yang dengar.


Jadi..

Bila hati menggumam kacau dalamnya,
ruang ini menjadi papan putih aku.
Yang bisa kulakar seribu kesedihan.
Biar comot, biar hitam.
Janji terluah yang terbuku.
Akan dikarangnya aksara menjadi bait puisi.


Buat menjadi tinta indah (dibaca: duka) luahan hati.

1 comments:

Hannan Sharina said...

Kdg kdg kita rasa jerit pekik kita sudah cukup kuat tapi rupanya kita sedang memekik dalam hati sendiri.